Peredaran produk palsu adalah masalah serius yang menjadi salah satu sorotan kepolisian, karena tidak hanya melanggar hak dari pemilik merek, tetapi dari sudut pandang konsumen juga sangat merugikan masyarakat. Penjual mengambil keuntungan yang sangat besar dari praktik kecurangan tersebut, akan tetapi konsumen akan sangat dirugikan.

Dampak pemalsuan terhadap perekonomian Indonesia 2014 terdapat tujuh komoditas yang produknya banyak dipalsukan. Di antaranya, software, kosmetika, farmasi/obat-obatan, pakaian, barang dari kulit (tas, sepatu, dan lainnya), makanan dan minuman, dan tinta printer.

Menurutnya, persentase produk palsu tinta printer mencapai 49,4%, pakaian palsu mencapai 38,90%, diikuti barang dari kulit 37,20%, dan software 33,50%. Sisanya produk kosmetika palsu 12,60%, makanan dan minuman palsu 8,50% dan produk farmasi palsu 3,80%.

ratudetektif.com sebagai jasa detektif swasta indonesia menyediakan Jasa Investigasi Produk Palsu, dan dapat membantu anda menyelidiki dan mengumpulkan informasi mengenai keberadaan produk palsu mulai dari pengecer, pemasok hingga ke suppliernya.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *