Dedi Mulyadi Sebut Piala Presiden 2025 Dongkrak Omzet UMKM Signifikan di Jabar

Business Pemerintahan Sports Viral

ratudetektif.com – Piala Presiden 2025 bukan sekadar ajang pemanasan jelang Liga 1, tapi juga jadi magnet bagi roda ekonomi rakyat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa turnamen besar ini telah menumbuhkan omzet UMKM di Jawa Barat secara signifikan—bahkan mencapai Rp2–5 juta per hari untuk 110 UMKM selama laga perdana. Apa saja strategi dan efeknya? Yuk bongkar satu per satu.

Omzet UMKM Meroket Selama Gelaran

Selama tiga laga awal, tercatat 110 UMKM mencatat omzet daily rata‑rata Rp2–5 juta setiap hari. Angka ini menunjukkan bahwa transaksi UMKM bukan sekadar nilai kecil, tapi sudah menyentuh lapisan pendapatan serius.
Dedi Mulyadi menambahkan bahwa efek domino terasa ke sektor lain seperti sopir angkot, ojek online, dan sopir pribadi yang juga kebanjiran orderan karena adanya penonton besar.
Tim panitia Steering Committee (SC) seperti Maruarar Sirait bahkan menjamin sewa tempat gratis bagi UMKM lokal, sehingga lebih banyak pelaku usaha bisa terlibat tanpa dibebani biaya sewa.

Efek Berganda ke Sektor Lain

Dampak ekonomi ini tidak berhenti di UMKM. Sektor perhotelan, transportasi, hingga pariwisata turut kebagian berkah—hotel-hotel penuh, transportasi melaju, dan akomodasi penuh.
Kondisi ini mencerminkan pesta ekonomi di tengah turnamen yang kaya event hiburan, konsumen, dan dukungan sponsor hingga Rp68 miliar.
Transportasi publik, khususnya angkot dan ojek, jadi lebih hidup karena banyak penonton memanfaatkan moda ini untuk akses lokasi stadion.

Strategi Piala Presiden Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Menurut Ketua SC Maruarar Sirait dan OC Fanny Riawan, semangat ekonomi kerakyatan jadi pijakan utama. Mereka pun menggratiskan sewa lapak bagi UMKM dan memastikan pelibatan pelaku lokal nyata, bukan sekadar simbolis.
Fanny juga menjelaskan bahwa lokalisasi UMKM—termasuk 41 pedagang kuliner di Si Jalak Harupat—berjalan tanpa biaya sewa venue selama turnamen berlangsung.
Dengan skema ini, UMKM bisa menjajakan produk lebih bebas, tanpa biaya overhead besar, sehingga margin keuntungan lebih sehat.

UMKM Minta Kepastian di Turnamen Serupa

UMKM berharap event Piala Presiden bisa rutin digelar dan digandengkan dengan event lainnya.
Fiska, pedagang ayam olahan di GBK, mengaku merasakan manfaat yang nyata dan berharap ada lebih banyak tenant di event selanjutnya.
Begitu juga Ayur Marati, pedagang empek-empek, yang menyatakan bahwa gelaran seperti ini mampu mendorong perkembangan usaha mereka jauh lebih baik.

Keberlanjutan Model Ekonomi Makro

Dampak sesaat bisa menghasilkan dinamika ekonomi lokal, namun pertanyaan besar: apakah ini berjalan berkelanjutan?
Dedi menekankan bahwa momentum ini bisa menjadi awal kolaborasi antara Pemda, PSSI, dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis event sport tourism .
Jika model ini diadopsi rutin, bukan hanya UMKM yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat di sektor informal—ojol, penginapan, hingga penyedia suvenir—yang punya lapangan pendapatan baru.

Gelaran Piala Presiden 2025 di Jawa Barat, khususnya di Stadion Si Jalak Harupat dan GBK, terbukti menjadi pendorong nyata pertumbuhan ekonomi di tingkat UMKM lokal. Dengan omzet harian hingga Rp5 juta dan skema sewa gratis, pelaku usaha kecil dapat ikut merasakan efek positif sport tourism massal. Model ini sekaligus membuka pintu pengembangan ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif.