Latihan Komodo 2025 di Bali: 38 Negara Gabung Latihan Maritim Multilateral

Latihan Komodo

Intro

Indonesia kembali menjadi sorotan dunia pada awal Agustus 2025 dengan suksesnya penyelenggaraan Latihan Komodo 2025, sebuah latihan maritim multilateral yang digelar di Bali dan perairan sekitarnya. Latihan ini melibatkan 38 negara dari berbagai belahan dunia, menjadikannya salah satu latihan maritim terbesar yang pernah diadakan di kawasan Asia Tenggara.

Latihan Komodo merupakan agenda rutin dua tahunan yang bertujuan memperkuat kerja sama antarangkatan laut dalam menghadapi ancaman keamanan non-tradisional, seperti bencana alam, pencarian dan penyelamatan (SAR), serta penanggulangan pencemaran laut. Kehadiran puluhan negara peserta menegaskan pentingnya kawasan Indo-Pasifik sebagai pusat gravitasi geopolitik global.

Artikel ini membahas tujuan latihan, partisipasi internasional, dinamika politik yang menyertainya, serta dampaknya terhadap keamanan kawasan dan posisi strategis Indonesia.


Sejarah dan Signifikansi Latihan Komodo

Latihan Komodo pertama kali diadakan pada tahun 2014 sebagai bagian dari upaya Indonesia memperkuat diplomasi pertahanan di kawasan. Berbeda dengan latihan militer yang bersifat tempur, Latihan Komodo mengedepankan kerja sama non-tempur dengan fokus pada isu kemanusiaan dan keamanan maritim non-tradisional.

Signifikansi latihan ini terus berkembang seiring meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan dan perairan Indo-Pasifik secara keseluruhan. Latihan ini sering dianggap sebagai bukti bahwa negara-negara peserta memiliki komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan keamanan maritim di kawasan yang strategis.

Tahun 2025 menjadi momentum penting karena jumlah peserta mencapai rekor tertinggi, yaitu 38 negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Jepang, Australia, dan negara-negara ASEAN. Kehadiran dua negara besar yang sering bersaing, AS dan Tiongkok, menjadi tanda penting bahwa latihan ini dipandang sebagai platform netral untuk kerja sama internasional.


Agenda dan Simulasi Latihan

Latihan Komodo 2025 mencakup beberapa agenda utama, antara lain:

  1. Simulasi Pencarian dan Penyelamatan (SAR): Skenario kecelakaan kapal penumpang di laut lepas melibatkan koordinasi lintas negara untuk menyelamatkan ratusan penumpang dalam waktu singkat.

  2. Penanggulangan Pencemaran Laut: Simulasi tumpahan minyak skala besar yang membutuhkan kerja sama kapal-kapal milik berbagai negara dengan teknologi pembersih canggih.

  3. Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR): Latihan penanggulangan bencana tsunami dengan skenario bantuan logistik, medis, dan evakuasi korban.

  4. Pameran Alutsista Maritim: Menampilkan teknologi kapal perang, kapal patroli, dan sistem komunikasi canggih yang digunakan dalam misi kemanusiaan.

Selain latihan di laut, ada pula International Fleet Review di Pelabuhan Benoa, Bali, yang menjadi daya tarik wisata dan memperkuat diplomasi publik. Ribuan warga lokal menyaksikan parade kapal perang dari berbagai negara, menciptakan interaksi positif antara angkatan laut dan masyarakat.


Dinamika Politik dan Diplomasi Pertahanan

Kehadiran 38 negara tidak lepas dari konteks geopolitik yang kompleks. Kawasan Indo-Pasifik menjadi titik persaingan utama antara AS dan Tiongkok, sehingga banyak pihak menyoroti apakah latihan ini memiliki muatan politik tertentu.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa Latihan Komodo bersifat non-combat dan murni untuk tujuan kemanusiaan. Namun, kehadiran kekuatan besar seperti kapal induk Amerika Serikat dan kapal perusak Tiongkok menjadi simbol kuat bagaimana negara-negara tersebut menunjukkan eksistensi mereka di kawasan.

Di sisi lain, keikutsertaan Rusia di tengah ketegangan dengan Barat menunjukkan bahwa latihan ini juga berfungsi sebagai saluran komunikasi terbuka antara negara-negara yang secara politik berbeda pandangan. Para analis menilai Latihan Komodo menjadi wadah unik di mana negara-negara dengan kepentingan beragam dapat duduk bersama dalam semangat kerja sama.


Dampak Ekonomi dan Sosial di Bali

Bagi Bali, penyelenggaraan Latihan Komodo 2025 membawa dampak ekonomi positif. Kedatangan ribuan personel angkatan laut dari berbagai negara meningkatkan permintaan akomodasi, transportasi, dan layanan pariwisata. Hotel-hotel di sekitar Denpasar dan Kuta melaporkan tingkat hunian hampir penuh selama periode latihan.

Selain dampak ekonomi, latihan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat lokal tentang pentingnya keamanan maritim. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi publik mengenai keselamatan pelayaran, pencegahan pencemaran laut, dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Media internasional yang meliput acara ini juga memberikan eksposur positif bagi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus pusat kegiatan internasional. Ini mendukung visi pemerintah untuk menjadikan Bali bukan hanya ikon pariwisata, tetapi juga hub diplomasi global.


Perspektif Keamanan Regional

Latihan Komodo 2025 memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mempromosikan kerja sama pertahanan non-tradisional di kawasan. Dalam konteks keamanan regional, keberhasilan latihan ini menunjukkan bahwa negara-negara dapat bekerja sama meskipun memiliki perbedaan politik.

Para pengamat menilai bahwa latihan ini membantu membangun kepercayaan (confidence building measures) yang sangat penting di kawasan dengan sejarah konflik maritim. Kepercayaan ini menjadi fondasi untuk mengurangi risiko salah paham di laut dan memperkuat komunikasi antarangkatan laut di masa depan.

Selain itu, latihan ini juga memberikan kesempatan bagi negara-negara kecil untuk mengakses teknologi dan prosedur penyelamatan terbaru yang mungkin tidak mereka miliki sendiri. Dengan demikian, Latihan Komodo tidak hanya bermanfaat bagi negara besar, tetapi juga meningkatkan kapasitas kolektif seluruh kawasan.


Penutup

Latihan Komodo 2025 di Bali menjadi simbol penting kerja sama internasional di bidang kemaritiman. Dengan melibatkan 38 negara, latihan ini menunjukkan komitmen dunia untuk menghadapi ancaman non-tradisional bersama-sama, mulai dari bencana alam hingga pencemaran laut.

Bagi Indonesia, keberhasilan latihan ini memperkuat reputasinya sebagai negara yang mampu memfasilitasi dialog dan kerja sama internasional, sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keamanan dan keselamatan di laut.

Ke depan, diharapkan Latihan Komodo dapat terus berkembang sebagai forum penting dalam memperkuat solidaritas global di bidang maritim dan menjawab tantangan baru yang muncul di kawasan Indo-Pasifik yang dinamis.

Referensi: TNI AL | Kompas